Mie Samyang Mengandung Babi Ditarek Dari Pasaran – Informasi terkini melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini menarik empat produk mi asal Korea yang diklaim mengandung fragmen DNA babi. Keempatnya merupakan produk mi instan. Fakta ini mengingatkan kita akan bahaya mengonsumsi makanan, utamanya mi instan dalam porsi yang berlebihan. Berlebihan di sini bisa berarti makan mi instan setiap hari, apalagi jika sampai beberapa kali dalam sehari.

Mengapa tidak boleh makan mi instan setiap hari? Sejumlah pakar sepakat, mi instan bukannya tidak aman untuk dikonsumsi, akan tetapi kandungan nutrisinya tergolong rendah, bahkan ada yang mengatakan tidak bergizi sama sekali. Salah satunya diutarakan ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND. “Jadi kalau dimakan setiap hari dan berlebihan, pasti kita kekurangan nutrisi yang lain,” katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Menuruut dr Hardianto, SpPD dari Digestive Clinic RS Siloam Kebon Jeruk juga sependapat. Meski aman dimakan, mi instan bukanlah makanan yang sehat karena lebih banyak mengandung karbohidrat. “Mi instan itu hanya karbohidrat saja sama mecin kan. Jadi termasuk makanan tidak sehat. Boleh dimakan tapi hanya dalam keadaan darurat,” tegasnya.

berita terkini – Ditambahkan dr Hardianto, ketika seseorang mengonsumsi mi instan terlalu banyak, sistem pencernaannya juga akan terganggu. Penyebabnya, kandungan karbohidrat berlebih dalam mi instan memicu kenaikan gula darah yang tajam sehingga tubuh menjadi lebih cepat menggemuk.Dalam kesempatan lain, dr Andry Hartono, SpGK dari RS Panti Rapih Yogyakarta menuturkan, yang membuat mi instan tidak sehat adalah terletak pada zat adiktif yang digunakannya.

Pertama di adiktifnya, benzoat. Kedua, dia pakai pengawet minyaknya tuh, TBHQ. Meskipun di ahli gizi mengatakan itu acceptable daily intake tapi tetap ada yang menganggapnya karsinogen (pemicu kanker, red),” paparnya. Itulah mengapa dr Prasna Pramita, SpPD dari RS Mayapada Lebak Bulus menegaskan bahwa konsumsi mi instan juga tidak disarankan pada pasien kondisi tertentu seperti hipertensi.

berita kesehatan – Sebab mi instan diolah dengan menggunakan bumbu penyedap, yaitu MSG (monosodium glutamat) yang notabene mengandung garam dalam kadar tinggi. “Itu semua kan pasti ada MSG-nya, jadi pasti tinggi garamnya,” terangnya.