BERITAHARINI.com – DKI JAKARTA – Banyak Hal Yang Akan Terjadi Jika Ahok Di Penjara.

 

Ahok memang bukan tipikal pemimpin yang selama ini akrab menjadi wajah pemerintahan. Ia tak paham basa – basi, tuturnya jauh dari lembut apalagi santun. Sedikit – sedikit ancam pecat orang, sedikit – sedikit maki – maki, di depan banyak orang pula. Pastilah banyak yang menganggap ia tak bijaksana karena kerap mengumbar kemarahan. Menghadapi bos atau kolega atau partner kerja smacam itu, saya tak heran kalau banyak yang tak nyaman.

Tapi jelas, Ahok bukan tipe omong doang. Arogansinya itu bukan tong kosong. Ini mungkin berlebihan, tapi dua tahun hasil kerja Ahok bisa jadi sebanding dengan dua periode kepemimpinan Sutiyoso ditambah satu periode kepemimpinan Fauzi Bowo. Saya pribadi selalu terkaget-kaget kalau melihat proyek jalan atau jembatan sedang dibangun. Ini kayanya baru mulai kapan hari deh, eh udah beres aja hari ini. Hari-hari ini, sepertinya segala sesuatu serba cepat di Jakarta.

1. Birokrasi lelet dan penuh pungli.

Sebenarnya, tak perlu menunggu hingga tahun depan. Jika pembaca cermat mengikuti berita (oleh media betulan, bukan yang abal-abal), tanda-tanda kemunduran Jakarta sudah terbaca sejak Ahok cuti kampanye. Salah satu dari terobosan awal Jokowi saat menjadi gubernur Jakarta, dilanjutkan oleh Ahok adalah pelayanan administrasi yang cepat dan jauh dari bayar-membayar. Para punggawa birokrasi Jakarta hadir di tempat-tempat pelayanan sejak pagi.

2. Punya masalah? Selesaikanlah sendiri.

Pernah tidak anda merasa seperti tak punya pemerintah? Pemerintah tidak hadir karena persoalan yang itu-itu saja bertahun-tahun lamanya ya tetap begitu-begitu saja. Kebanyakan kita tak tahu harus mengadu kepada siapa, sudah mengadu pun biasanya hanya jadi angin lalu. Banyak dari kita yang (mungkin secara tidak adil) menjadi sangat sinis dengan aparat birokrasi karena rendahnya komitmen mereka dalam melayani warganya. Siap-siaplah kembali ke masa kegelapan itu, saudara-saudara. Kompas.com menulis bagaimana respon dan tindak lanjut atas pelaporan warga melalui aplikasi Qlue menurun kualitasnya. Penanganan dari dinas dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kerap tidak sampai selesai atau tidak sesuai prosedur.

 

3. Tak ada lagi jatah haji untuk marbot.

Wujud komitmen pemerintah DKI terhadap pengembangan komunitas sebenarnya tampak dalam pemberian gaji bulanan dan insentif haji serta umrah untuk para penjaga masjid. Ide Ahok untuk memberikan “hadiah” naik haji dan umrah kepada para marbot datang dari pengalaman personal Ahok semasa tumbuh di tanah kelahirannya di Belitung.

4. Preman berkedok agama merajalela.

Mungkin kita akan kembali ke masa-masa di mana organisasi ini bisa dengan bebas menebar teror ke tempat-tempat yang menurut mereka adalah sumber maksiat. Lalu barangkali pemerintah daerah akan diam saja tutup mata karena organisasi preman ini sudah membantunya naik ke kekuasaan.

masih banyak lagi yang akan terjadi jika Ahok di penjara. Jadi Semoga saja Ahok yang ingin membahagiakan warga Jakarta di bebaskan dari segala tuntutan yang di terima nya.