Ramalan Kehancuran Donald Trump Dengan Gerhana Matahari РDonald Trump yang merupakan presiden ke-45 AS lahir di saat gerhana bulan tengah berlangsung. Ada ramalan yang dihubungkan dengan penguasa AS itu.  Bahwa ada keyakinan jika seorang yang lahir pada masa itu lebih rentan dan sensitif pada fenomena gerhana.

Ahli nujum juga meyakini bahwa gerhana yang terjadi dapat berkorelasi dengan nasib seseorang, seperti karier, keberuntungan, hingga bencana. Dan, jika disangkut-pautkan dengan konteks politik global, konon segala hal yang terjadi dalam pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah ‘digariskan’.

Para astrolog pun mengaitkan nasib miliarder nyentrik itu dengan gerhana matahari yang akan terjadi di sebagian wilayah Negeri Paman Sam pada Senin 21 Agustus 2017 nanti. Ditambah lagi, kemunculan fenomena alam itu datang di saat situasi politik dan kepresiden Donald Trump di AS tengah memanas akibat sejumlah terpaan isu dan dugaan skandal. Telah banyak pembicaraan mengenai gerhana matahari dengan apa yang akan terjadi pada Donald Trump.

Pada 21 Agustus, gerhana matahari akan terjadi saat bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, menghasilkan bayangan sejauh 112 km di AS. Gerhana matahari terjadi setiap satu setengah tahun di AS. Namun apa yang terjadi pada 21 Agustus nanti adalah pertama kalinya sejak 1918 ketika fenomena itu menghasilkan bayangan yang menutup seluruh daratan Negeri Paman Sam.

Gerhana yang terjadi pada 21 Agustus 2017 nanti juga merupakan pertama kali sejak 1776, ketika seluruh bayangan mampu menutup seluruh daratan AS. Bagi para astrolog, fenomena gerhana di masa kini hingga sekarang tetap menyimpan potensi ramalan dan misteri.

Menurut Duncan Steel penulis buku Eclipse: The Celestial Phenomenon that Changed the Course of History, hal-hal prediksi dan ramalan terkait gerhana dan nasib manusia, seperti yang disebutkan oleh Caves, sudah tidak relevan dengan konteks Abad ke-21.

Zaman dulu, ramalan dan prediksi tentang gerhana itu masih dipercaya oleh manusia. Tapi bagi orang masa kini untuk membayangkan bahwa mereka adalah tanda malapetaka, adalah hal yang gila. Jika orang percaya bahwa gerhana matahari yang akan datang dapat berdampak sesuatu untuk AS, bagi Trump, bagi dunia, maka mereka jelas-jelas tertipu,” ujar Steel.

Ketika gerhana terjadi, astrolog memiliki lebih banyak informasi untuk dianalisis sehingga mampu menghasilkan prediksi yang melebihi praduga horoskop biasa. Dan analisis itu mampu berkorelasi dengan apa yang terjadi dalam situasi politik. Pada dasarnya, dari sudut pandang astrologi, gerhana merupakan ledakan energi yang besar, seperti serentetan cangkang senapan di seluruh peta negara atau individu, memberi energi, dan kekuatan.

Gerhana itu mungkin tidak menunjukkan bahwa AS dalam bahaya langsung untuk perang. Namun fenomena itu mengingatkan kita untuk bersiap menghadapi kejadian genting semacam itu yang berpotensi membawa kehancuran bagi AS. Apalagi, gerhana matahari total hanya terjadi pada suatu titik di Bumi setiap 375 tahun sekali.